My Pictures

Senin, 02 Januari 2017

Kata Bijak “Setia Furqon Kholid”



Salam Hiii...
Maaf buat kawan semua kali ini saya akan ngpost tentang seorang motivator termuda se-asia.

Setia Furqon Kholid adalah Inspiring Motivator Termuda se-Asia, Penulis Best Seller, Entrepeneur sukses. Beliau dari Kabupaten Sumedang. Lahir pada tanggal 30 Maret 1988. 


Hampir setiap hari saya mendapat SMS SETIA, isinya tentang kata2 bijak & motivasi.  
Daripada di Hp nggak muat (maklum hp jadul :D),,, jadi tak tulis di blog aja dehh... ^_^ 





>> Allah lebih mencintai amal sedikit yang dilakukan terus menerus daripada yang banyak tapi sekali.

>> Saat ada masalah di kehidupan. Coba introspeksi, biasanya itu karena ada yg salah pada diri.

>> Jika kamu telah mencoba untuk mengubah sesuatu tapi tidak berhasil, cobalah mengubah pandanganmu.

>> Semakin dekat dengan Allah semakin tenang. Semakin banyak maksiat dan dosa semakin gelisah. Taubat solusinya.

>> Masalah adalah cara Tuhan untuk membuatmu dewasa, jangan lari dari mereka tapi hadapilah, hanya mereka yang membuatmu bijaksana.

>> Jangan menyimpulkan keadaan terlalu singkat. Bisa jadi yg kita kira ujian ternyata rahmat. Allah sesuai prasangka hamba-Nya.

>> Visi membuat hidup kita terarah, focus dan efisien. Bergerak dengan visi membuat hidup semakin bermakna.

>> Saya belum tentu menikahi orang yang saya cintai. Tapi saya akan dengan tulus mencintai orang yang saya nikahi.

>> Jangan sampai diri kita lebih rendah dari asesoris yang kita pakai, barang yang kita gunakan. Tingkatkan kemuliaan diri.

>> Lelaki yang baik adalah ia yang paling bisa memuliakan ibunya juga istrinya.

>> Saat bertemu cinta, kita bisa memilih untuk jatuh atau terbangun. Pilihlah untuk bangun cinta, biar cinta kekal sampai surga.

>> Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap masalah pasti ada solusi. Jangan pernah menyerah, percaya diri, dan bahagia menanti.

>> Mari meneladani pribadi Rasulullah. Semoga menjadi umat yg dicintai dan disyafa’atinya.

>> Jangan menyandarkan kesuksesan pada baju yang disandang, atau kekayaan yang dipunya. Karena semua itu fana !

>> Jangan jadi pemuda galau . Yuk, dengarkan hanya yang baik, baca hanya yang bermutu. Berkata hanya yang bermanfaat.

>> Anak muda yang berlelah-lelah ketika muda, bersiaplah menikmati keberhasilan semuda mungkin. Anak muda yang foya-foya ketika muda, bersiaplah menikmati penyesalan sebelum tua.

>> Seringkali kegagalan bukan karena tak adanya peluang, namun ketidak sabaran untuk segera menikmati hasil.

>> Masalah adalah bentuk kasih sayang Allah pada kita. Agar kita semakin bergantung hanya pada-Nya, agar kita lulus ujian dan naik kelas di hadapan-Nya.

>> Mengertilah sebelum dipaksa untuk mengerti, sadarlah saat bahagia daripada tersadar dalam keterpurukan, Allah sayang pada kita, Allah ingin kita kembali ke jalan-Nya.

>> Belajarlah untuk berani memutuskan plilihan terbaik untuk kabahagiaan kita di masa mendatang. Tak ada yang benar-benar peduli pada kita, selain kita sendiri.

>> Cocok itu tidak selamanya sempurna, cocok itu saat hati condong padanya, Saat kelebihannya memukau hati dan saat kekurangannya kita maklumi.

>> Hidup ideal itu saat semua kejadian sesuai dengan harapan kita. Namun jika itu tidak terjadi, segera move on lalu mulailah memasuki kehidupan sesuai dengan yang kita cita-citakan.

>> Harapkanlah yang besar, bercitalah besar ! Berkata seperti orang besar dan bertindak dengan energi yang besar.


>> Tidak ada yang tahu kapan, dimana dan seperti apa kita akan dicabut nyawa? Tugas kita adalah memastikan setiap detik yang kita lalui dalam rangka kataatan dan mencari keridhoan Allah.

>> Yakinlah saat kita bersungguh-sungguh dalam kabaikan, ada kemudahan di hadapan, ada jawaban di setiap tantangan, ada hikmah di setiap ujian.

>> Kebahagiaan semuanya dinilai dari seberapa syukur anda atas anugrah yang tak terkira, maka temukanlah kebahagiaan di dalam diri anda.

>> Sukses sejatinya adalah proses panjang yang penuh perjuangan. Dan hakikatnya, perubahan dalam hidup adalah sebuah kepastian.

>> Kita ada karena kasih sayang seorang ibu, karena setiap wanita adalah calon ibu, maka siapapun ia yang pandai memuliakan wanita, artinya ia sudah pandai memuliakan dirinya.

>> Semoga kita termasuk orang yang mampu istiqomah walau tak mudah. Menjadi orang yang dituntun Allah menjadi hamba yang taat dan beruntung di dunia dan di akhirat. Aamiin

>> Semoga kita dijauhkan Allah dari sifat munafik. Juga dijauhkan dari orang-orang munafik yang bisa menghancurkan hidup kita. Aamiin

>> Yuk, mimpikan KESUKSESAN yang besar. Kerjakan hanya yang BERGUNA bagi kehidupan dan SYUKURI nasib baik yang akan dihadiahkan TUHAN.

>> Apapun pilihan hidup yang akan dijalani. Yuk, RENCANAKAN DARI SEKARANG. Siapkan sedini mungkin.jangan mau dikendalikan keadaan. Masa depan ditentukan dari sekarang.

>> JODOH=REZEKI. Semoga yang belum bertemu jodoh, dipertemukan. Yang sudah, dieratkan. Yang sudah erat, dikuatkan. Aamiin

>> Kaya miskin bukan masalah berapa banyak uang yang dipunya. Tapi bagaimana cara kita memanage keuanga kita.

>> Daripada berharap pada seseorang yang sangat rentan MENGECEWAKAN dirimu. Lebih baik memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri dan bergaul di tempat yang baik.

>> Hidup ini pilihan, menjadi seorang pemenang atau pecundang, pemimpi atau pemimpin. Dan semua pilihan, akan menentukan, siapa diri kita dan bagaimana nilai hidup yang kita bangun.

>> Yakinlah, selalu ada kebaikan dalam ketaatan. Bisa jadi kau berpisah di dunia, namun bertemu di surga yang kekal.

>> Semoga kita bisa menjadi sebaik-baik manusia, yang memberikan manfaat untuk sekitar kita. Mari FOKUS dengan MISI, bekerja dengan KERAS< CERDAS sera IKHLAS.

>> Wanita itu investor masa depan. Lelaki itu pengusaha cerdas. Itulah sebabnyawanita mencari lelaki mapan dan beriman. Sedangkan lelaki cari wanita solihah yang hidupnya sederhana.

>> Sahabat sejati belum tentu bisa kau llihat saat kau bahagia. Namun ia bisa kau rasakan saat kau sedang kesulitan.

>> Semoga kita bisa  menyelesaikan amanah belajar di dunia kampus dengan sebaik-baiknya. Menjadi mahasiswa sukses dan membahagiakan kedua orang tua. Aamiin

>> Semoga sahabat mendapatkan jodoh yang bisa bersama bukan hanya di pelaminan, namun saat menapaki surga-Nya. Aamiin

>> Berpikir positif itu sangat penting. Yakinlah, ada sekenario indah Allah untuk kita. Tugas kita, untuk menjalani setiap sekenario dengan sikap terbaik yg diridhoi-Nya.

>> Hargai wanita atas kodratnya. Terima lelaki apa adanya. Itulah kenapa Tuhan ciptakan kita berpasangan. Untuk saling memahami, melengkapi, dan menguatkan.

>> Jika tak tau jalan, TANYA ! tak temukan jalan, CARI !

Taka ada jalan, BUAT ! Selalu ada jalan untuka anda yang PERCAYA.

>> Pengusaha sejati tidak terganggu dengan gaya hidup. Mereka memanfaatkan uangnya dengan bijak.

>> Masalah terbesar dalam hidup seringkali karena perilaku kita. Maka berusahalah selalu memperbaiki diri.

>> Kita boleh saja bersedih, tapi bukan untuk meratap. Kita boleh saja tertawa, tapi bukan untuk terbahak-bahak. Hiduplah sewajarnya. 


>> Kalau bisa sukses semuda mungkin, kenapa nunggu tua? Kalau bisa bahagiakan orang tua sekarang, kenapa nanti?

Semoga bermanfaat ^o^

Suku Gayo



Salam Hiii...
Maaf untuk kawan-kawan semua, karena akhir-akhir ini saya RAMADAYANI FITRI jarang ngpost.
Disebabkan beberapa faktor hujan.
Hehehehe...Becanda.


OK kawan-kawan Hiii...
Kali ini saya akan memosting tentang suku GAYO. 
ia betul ini adalah suku saya RAMADAYANI FITRI.
langsung aja....

Sejarah dan kebudayaan Suku Gayo Aceh. Suku Gayo adalah salah satu etnis suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh bagian tengah. Bagian wilayah suku Gayo meliputi kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sebagian juga mendiami wilayah di Aceh Timur yaitu di kecamatan Serba Jadi, Peunaron, dan Simpang Jernih. Masyarakat suku Gayo beragama islam dan dikenal taat dalam beragama.

Suku Gayo suku tergolong ke dalam ras Proto Melayu yang berasal dari India. Kedatangan bangsa ini diperkirakan datang ke Indonesia sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Ciri khas dari bangsa ini adalah berkulit hitam, tubuhnya kecil dan berambut keriting. Suku Gayo terdiri dari tiga kelompok yaitu Masyarakat Gayo laut yang mendiami daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah, Gayo Lues yang mendiami daerah Gayo Lues dan Aceh Tenggara serta Gayo Blang yang mendiami sebagian kecamatan di Aceh Tamiang.

Kata Gayo berasal dari kata Pegayon yang berarti tempat mata air jernih dimana terdapat ikan suci (bersih) dan kepiting. Konon, dahulu serombongan pendatang suku Batak Karo ke datang ke Blangkejeren dengan melintasi sebuah desa bernama Porang. Di perjalanan mereka menjumpai sebuah perkampungan yang terdapat sebuah telaga yang dihuni seekor kepiting besar, kemudian mereka melihat binatang tersebut dan berteriak Gayo Gayo. Dari sinilah daerah tersebut dinamai dengan Gayo.

Bahasa

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Gayo. Bahasa tersebut mempunyai keterkaitan dengan bahasa Suku Batak Karo di Sumatera Utara dan termasuk kelompok bahasa yang disebut "Northwest Sumatra-Barrier Islands" dari rumpun bahasa Austronesia. Dialek bahasa Gayo memiliki beberapa variasi karena pengaruh dari bahasa luar. Bahasa Gayo yang ada di Lokop, sedikit berbeda dengan bahasa Gayo yang ada di Gayo Kalul, Gayo Lut, Linge dan Gayo Lues. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh bahasa Aceh yang lebih dominan di Aceh Timur. Sedangkan bahasa Gayo Kalul, di Aceh Tamiang, sedikit banyak terdapat pengaruh Melayu karena lebih dekat ke Sumatera Utara. Kemudian, Gayo Lues lebih dipengaruhi oleh bahasa Alas dan bahasa Karo karena interaksi yang lebih banyak dengan kedua suku tersebut lebih-lebih komunitas Gayo yang ada di kabupaten Aceh Tenggara.

Dialek pada suku Gayo, menurut M.J. Melalatoa, dialek Gayo Lut terdiri dari subdialek Gayo Lut dan Deret, sedangkan Bukit dan Cik merupakan sub-subdialek. Demikian pula dengan dialek Gayo Lues terdiri dari subdialek Gayo Lues dan Serbejadi. Subdialek Serbejadi sendiri meliputi sub-subdialek Serbejadi dan Lukup (1981:53). Sementara Baihaqi Ak., dkk menyebut jumlah dialek bahasa Gayo sesuai dengan persebaran suku Gayo tadi (Gayo Lut, Deret, Gayo Lues, Lokop/Serbejadi dan Kalul). Namun demikian, dialek Gayo Lues, Gayo Lut, Gayo Lukup/Serbejadi dan Gayo Deret dapat dikatakan sama atau amat berdekatan. Di Gayo Lut sendiri terdapat dua dialek yang disana dinamakan dialek Bukit dan Cik (1981:1).

Marga

Hanya sebagian kecil masyarakat Gayo yang masih mencantumkan nama marga-marganya, terutama yang bermukim di wilayah Bebesen. Hal ini hanya untuk mengetahui asal/Garis keturunan.

Berikut daftar marga-marga pada suku Gayo:
  1. Ariga
  2. Cibero
  3. Linge
  4. Melala
  5. Munte
  6. Tebe
  7. Alga

Sejarah

Pada abad ke-11, Kerajaan Linge didirikan oleh orang-orang Gayo pada era pemerintahan Sultan Makhdum Johan Berdaulat Mahmud Syah dari Kesultanan Perlak. Informasi ini diketahui dari keterangan Raja Uyem dan anaknya Raja Ranta yaitu Raja Cik Bebesen dan dari Zainuddin yaitu dari raja-raja Kejurun Bukit yang kedua-duanya pernah berkuasa sebagai raja di era kolonial Belanda.
Raja Linge I, disebutkan mempunyai 4 orang anak. Yang tertua seorang wanita bernama Empu Beru atau Datu Beru, yang lain Sebayak Lingga (Ali Syah), Meurah Johan (Johan Syah) dan Meurah Lingga (Malamsyah).

Sebayak Lingga kemudian merantau ke tanah Karo dan membuka negeri di sana dia dikenal dengan Raja Lingga Sibayak. Meurah Johan mengembara ke Aceh Besar dan mendirikan kerajaannya yang bernama Lam Krak atau Lam Oeii atau yang dikenal dengan Lamuri atau Kesultanan Lamuri. Ini berarti Kesultanan Lamuri di atas didirikan oleh Meurah Johan sedangkan Meurah Lingga tinggal di Linge, Gayo, yang selanjutnya menjadi raja Linge turun termurun. Meurah Silu bermigrasi ke daerah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Meurah Mege sendiri dikuburkan di Wih ni Rayang di Lereng Keramil Paluh di daerah Linge, Aceh Tengah. Sampai sekarang masih terpelihara dan dihormati oleh penduduk.

Penyebab migrasi tidak diketahui. Akan tetapi menurut riwayat dikisahkan bahwa Raja Linge lebih menyayangi bungsunya Meurah Mege. Sehingga membuat anak-anaknya yang lain lebih memilih untuk mengembara.

Dinasti Lingga

  1. Adi Genali Raja Linge I di Gayo
  2. Raja Sebayak Lingga di Tanah Karo. Menjadi Raja Karo
  3. Raja Meurah Johan (pendiri Kesultanan Lamuri)
  4. Meurah Silu anak dari Meurah Sinabung (pendiri Kesultanan Samudera Pasai), dan
  5. Raja Linge II alias Marah Lingga di Gayo
  6. Raja Lingga III-XII di Gayo
  7. Raja Lingga XIII menjadi Amir al-Harb Kesultanan Aceh. Pada tahun 1533 terbentuklah Kerajaan Johor baru di Malaysia yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Mansyur Syah. Raja Lingga XIII diangkat menjadi kabinet di kerajaan baru tersebut. Keturunannya mendirikan Kesultanan Lingga di kepulauan Riau, pulau Lingga, yang kedaulatannya mencakup Riau (Indonesia), Temasek (Singapura) dan sedikit wilayah Malaysia.
  8. Raja-raja di Sebayak Lingga Karo tidak terdokumentasi. Pada era Belanda kembali diangkat raja-rajanya tapi hanya dua era
  9. Raja Sendi Sibayak Lingga (pilihan Belanda)
  10. Raja Kalilong Sibayak Lingga

Kehidupan sosial

Masyarakat Gayo hidup dalam komuniti kecil yang disebut kampong. Setiap kampong dikepalai oleh seorang gecik. Kumpulan beberapa kampung disebut kemukiman, yang dipimpin oleh mukim. Sistem pemerintahan tradisional berupa unsur kepemimpinan yang disebut sarak opat, terdiri dari reje (raja), petue (petua), imem (imam), dan rayat (rakyat).

Pada masa sekarang beberapa buah kemukiman merupakan bagian dari kecamatan, dengan unsur-unsur kepemimpinan terdiri atas: gecik, wakil gecik, imem, dan cerdik pandai yang mewakili rakyat.
Sebuah kampong biasanya dihuni oleh beberapa kelompok belah (klan). Anggota-anggota suatu belah merasa berasal dari satu nenek moyang, masih saling mengenal, dan mengembangkan hubungan tetap dalam berbagai upacara adat. Garis keturunan ditarik berdasarkan prinsip patrilineal. Sistem perkawinan yang berlaku berdasarkan tradisi adalah eksogami belah, dengan adat menetap sesudah nikah yang patrilokal (juelen) atau matrilokal (angkap).

Kelompok kekerabatan terkecil disebut sara ine (keluarga inti). Kesatuan beberapa keluarga inti disebut sara dapur. Pada masa lalu beberapa sara dapur tinggal bersama dalam sebuah rumah panjang, sehingga disebut sara umah. Beberapa buah rumah panjang bergabung ke dalam satu belah (klan). Pada masa sekarang banyak keluarga inti yang mendiami rumah sendiri. Pada masa lalu orang Gayo terutama mengembangkan mata pencaharian bertani di sawah dan beternak, dengan adat istiadat mata pencaharian yang rumit.

Selain itu ada penduduk yang berkebun, menangkap ikan, dan meramu hasil hutan. Mereka juga mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun. Kini mata pencaharian yang dominan adalah berkebun, terutama tanaman Kopi Gayo. Kerajinan membuat keramik dan anyaman pernah terancam punah, namun dengan dijadikannya daerah ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Aceh, kerajinan keramik mulai dikembangkan lagi. Kerajinan lain yang juga banyak mendapat perhatian adalah kerajinan membuat sulaman kerawang dengan motif yang khas.

Mata Pencaharian

Mayoritas masyarakat Suku Gayo bermata pencaharian utama sebagai petani dengan hasil utamanya kopi. Selain itu, masyarakat Gayo mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun serta kerajinan membuat sulaman kerawang Gayo dengan motif yang khas. Masyarakat tradisional Gayo menganut prinsip “keramat mupakat behu berdedele” yang bermakan kemuliaan karena mufakat, berani karena bersama dan “tirus lagu gelngan gelas, bulet lagu umut, rempak lagu re, susun lagu belo” yang bermakna bersatu teguh.

Seni Budaya

Bentuk kesenian Gayo yang terkenal, antara lain tari Saman dan seni bertutur yang disebut Didong. Selain untuk hiburan dan rekreasi, bentuk-bentuk kesenian ini mempunyai fungsi ritual, pendidikan, penerangan, sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan keseimbangan dan struktur sosial masyarakat. Di samping itu ada pula bentuk kesenian seperti tari Bines, tari Guel, tari Munalu, Sebuku /Pepongoten (seni meratap dalam bentuk prosa), guru didong, dan melengkan (seni berpidato berdasarkan adat).

Orang Gayo memiliki dan membudayakan sejumlah nilai budaya sebagai acuan tingkah laku untuk mencapai ketertiban, disiplin, kesetiakawanan, gotong royong, dan rajin (mutentu). Pengalaman nilai budaya ini dipacu oleh suatu nilai yang disebut bersikemelen, yaitu persaingan yang mewujudkan suatu nilai dasar mengenai harga diri (mukemel). Nilai-nilai ini diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam bidang ekonomi, kesenian, kekerabatan, dan pendidikan. Sumber dari nilai-nilai tersebut adalah agama Islam serta adat setempat yang dianut oleh seluruh masyarakat Gayo.

Seni dan Tarian
  1. Didong
  2. Didong Niet
  3. Tari Saman
  4. Tari Bines
  5. Tari Guel
  6. Tari Munalu
  7. Tari Sining
  8. Tari Turun ku Aih Aunen
  9. Tari Resam Berume
  10. Tuah Kukur
  11. Melengkan
  12. Dabus

Makanan Khas
  1. Masam Jaeng
  2. Gutel
  3. Lepat
  4. Pulut Bekuah
  5. Cecah
  6. Pengat
  7. Gegaloh